PILIHAN GERAKAN PMII DALAM MEMBANGUN EKONOMI BANGSA*

PILIHAN GERAKAN PMII DALAM MEMBANGUN EKONOMI BANGSA*

Imron Jalil **

Pengangguran di Indonesia sudah mencapai batas oversuplai, ditahun 2005 saja menurut data dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi pengangguran di Indonesai telah mencapai 40 juta orang diantaranya 2 hingga 3 juta orang adalah mahasiswa lulusan baru yang notabene mereka adalah pemuda berusia produktif. Merujuk sistem pendidikan di Indonesia para lulusan perguruan tinggi ini umumnya lebih dipersiapkan menjadi pencari kerja (job seeker) ketimbang pencipta lapangan kerja (job creator) sehingga menjadi hal yang wajar setiap tahun akan bertambah jumlah pengangguran di negara kita. Upaya pemerintah untuk mengurangi pengangguran dengan merekrut 204 ribu calon pegawai negeri sipil (PNS) tentu tidak cukup. Dalam menyediakan lapangan kerja bagi lulusan perguruan tinggi (PT) sangat sulit. Sementara minat para lulusan PT untuk berwirausaha masih sangat rendah.

Para lulusan perguruan tinggi ini perlu disadarkan bahwa perekonomian Indonesia ini tidak akan membaik hanya dengan mengandalkan upaya pemerintah, pengusaha dan investor besar saja agar dapat memulihkan perekonomian Indonesia. Mereka juga harus disadarkan bahwa keadaan seperti ini tidak akan mudah bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan. Mereka harus menyadari bahwa potensi sumber daya alam di negara kita ditambah dengan kelebihan pengetahuan yang mereka punya akan memudahkan mereka mereka dalam membuka lapangan pekerjaan sendiri.

Menurut data Dirjen Pemuda dan Pendidikan Luar Sekolah Departemen Pendidikan Nasional dari 75.3 juta pemuda Indonesia, 6,6 persen yang lulus sarjana. Dari jumlah tersebut 82% nya bekerja pada instansi pemerintah maupun swasta, sementara hanya 18% yang berusaha sendiri atau menjadi wirausahawan. Padahal semakin banyak lulusan PT yang menjadi wirausahawan akan dapat mempercepat pemulihan ekonomi. Kewirausahaan (entrepreneurship) berpengaruh terhadap kemajuan ekonomi bangsa. Singapura misalnya, menjadi negara yang maju karena prinsip-prinsip entrepreneurship. Menyadari akan minimya sumber daya alam, pemerintah bersama dunia usaha sangat bergantung pada kemampuan berkreasi dan berinovasi dalam menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas.

Salah satu kendala yang dihadapi pemerintah dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi adalah kurangnya unit usaha baru. Menurut data yang dimiliki Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Indonesia saat ini masih membutuhkan penambahan sekitar 20 juta unit usaha baru atau 20 juta wirausaha baru. Sedangkan jumlah unit usaha di Indonesia masih sangat terbatas. Jumlah UKM saat ini 1,36 juta, tidak termasuk usaha mikro. Jumlah tersebut masih sangat kecil dibandingkan dengan negara-negara maju.

Selain jumlahnya masih kurang, dunia usaha kecil di Indonesia masih mengalami berbagai problem struktural, antara lain sekitar 97 persen dari total usaha kecil adalah usaha mikro yang didominasi sektor pertanian dan sektor yang kurang produktif, terkonsentrasi di Jawa dan Bali. Inilah peluang yang harus dimanfaatkan oleh para lulusan perguruan tinggi adalah potensi sumber daya Indonesia tidak hanya ada di kedua pulau tersebut, masih banyak potensi yang dapat dikembangkan menjadi usaha mikro seperti potensi pariwisata, perkebunan, perikanan (aquapreneurs) dan teknologi (technopreneurs).

Hal-hal seperti ini tidak hanya dapat dikembangkan di kedua pulau tersebut saja tetapi akan menjadi lebih potensial bila dikembangkan di pulau-pulau lainnya terutama pulau-pulau kecil yang kebanyakan adalah daerah tertinggal. Dengan pengetahuan menejerial dan komunikasi para lulusan perguruan tinggi ini, mereka dapat mengembangkan secara maksimal potensi-potensi yang ada di daerah tertinggal menjadi satu unit usaha tanpa perlu menggunakan modal besar yang pada akhirnya dapat memberdayakan masyarakat sehingga dapat membantu ekonomi sekitar dan menyerap tenaga kerja. Dengan begitu para lulusan perguruan tinggi ini dapat berdaya bagi diri mereka sendiri dan masyarakat sekitar dengan memaksimalkan potensi dan pengetahuan yang mereka punya.

Dengan apa PMII menjawab persoalan tersebut?

Sangat tepat jika kewirausahaan sebagai salah satu pilihan gerakan PMII. Sebagai organisasi pengkaderan PMII harus mampu menyiapkan kader yang harus siap membuka lapangan pekerjaan baru dalam kata lain wirausaha, maka PMII secara lembaga harus :

1. Membekali kadernya dengan pengetahuan kewirausahaan dan transfer pengalaman berwirausaha serta mendorong tumbuhnya motivasi berwirausaha dengan memaksimalkan potensi yang ada dan menangkap segala peluang di lingkungan sekitar agar dapat berdaya guna, sebagai langkah awal bagi kader PMII yang akan menjadi wirausahawan baru yang handal dan inovatif.

2. Meningkatkan pemahaman dan penjiwaan kewirausahaan di kalangan kader PMII agar mampu menjadi wirausahawan yang berwawasan jauh ke depan dan luas berbasis ilmu yang telah diperolehnya.

3. Mensosialisasikan kewirausahaan adalah sebagai semangat dalam membuat inovasi berdasarkan ilmu yang dikuasai bukan dalam konteks sebagai penjual dan kegiatan berwirausaha ini ditekankan setelah menemukan ide-ide yang kreatif dan bernilai inovasi.

4. Meningkatkan kesadaran bahwa dalam berwirausaha kita membutuhkan ilmu dan pengetahuan, baik mengenai ilmu secara substantif maupun ilmu dalam praktek bisnis (manajemen).

5. Meningkatkan pemahaman manajemen (organisasi, produksi, dan pemasaran), memperkenalkan cara melakukan akses informasi dan pasar secara teknologi, pembentukan jaringan kemitraan usaha, strategi dan etika bisnis(termasuk kemampuan bernegosiasi), serta meningkatkan kemampuan dalam menangkap peluang pasar serta pembuatan rencana bisnis yang diperlukan oleh kader PMII agar lebih siap dalam pengelolaan usaha yang sedang dan akan dilaksanakan.

6. Membekali kader PMII pengetahuan, keterampilan serta motivasi dan kepercayaan diri dalam memulai, mengelola ataupun mengembangkan usaha yang telah atau akan ditekuni.

PMII perlu upaya konkrit dalam membuat konsep pengembangan kewirausahan dalam level organisasi. Jika selama ini PMII telah mampu membuat inovasi dberbagai bidang maka hari ini PMII harus menumbuhkembangkan inovasi pada kader – kadernya yang merupakan embrio dari kewirausahaan

Upaya pengembangan kewirausahaan bukan bertumpu pada kegiatan berwirausaha tetapi lebih menekankan proses inovasi yang sesuai dengan ilmu, Ahirnya tangan terkepal dan maju kemuka. Hidup PMII

*Disarikan dari hasil Pelatihan Kewirausahaan Tingkat Nasional II 2007
** Kader rayon Ekonomi, mantan ketua rayon. Sekarang aktif di PC PMII Jombang (BPEC)

sumber : http://pmiiundar.multiply.com/journal/item/7/PILIHAN_GERAKAN_PMII_DALAM_MEMBANGUN_EKONOMI_BANGSA

%d blogger menyukai ini: