Focus Group Discussion (FGD) SEKOLAH ASWAJA Rabu 30 Nopember 2010 Sekretariat PMII Komisariat STAIN Palangka Raya

Focus Group Discussion (FGD)
SEKOLAH ASWAJA
Rabu 30 Nopember 2010
Sekretariat PMII Komisariat STAIN Palangka Raya

M. Habibie

• Memahami Aswaja Sebagai manhaj al-fikr (Cara Pandang/Ediologi)

Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) adalah serangkaian tuntunan hidup yang diajarkan oleh para kiai, ustadz, atau guru di pesantren-pesantren, madrasah atau sekolah dan sudah kita amalkan saat ini. Banyak kalangan, khususnya kader NU sendiri, yang salah faham menganggap Aswaja terpisah dari amal keseharian sehingga membutuhkan disiplin ilmu atau kajian khusus, dan ternyata yang kemudian dibahas hanyalah sekelumit sejarah Aswaja, bukan Aswaja itu sendiri.
Secara umum aswaja adalah ajaran yang mengikuti Rasulullah SAW, melalui praktik-praktik yang dilakukan oleh para sahabat, tabi’in, mujdtahiddin, dan imam mazhab. Hal tersebut sesungguhnya sudah kita lakukan dalam kehidupn sehari-hari, pada dasarnya aswaja berisi tentang ajaran tauhid, fiqh, tasawwuf dll yang sering kita lakukan namun secara terminologi kita belum memahaminya secara mendalam.
Melacak akar-akar sejarah munculnya istilah ahlul sunnah waljamaah, secara etimologis bahwa aswaja sudah terkenal sejak Rosulullah SAW. Sebagai konfigurasi sejarah, maka secara umum aswaja mengalami perkembangan dengan tiga tahap. Pertama, masa imbreonal pemikiran suni dalam bidang teologi yang mana memilih salah satu pendapat yang paling benar. Pada tahap ini boleh dibilang masih pada tahab konsulidasi dan tokoh penggeraknya adalah Hasan al-Basri (w.110 H/728 M). Kemudian yang kedua, proses konsolidasi awal mencapai puncaknya setelah Imam al-Syafi’I (w.205 H/820 M) berhasil menetapkan hadist sebagai sumber hukum kedua setelah Al- qur’an dalam konstruksi pemikiran hukum Islam. Pada tahab ini, kajian dan diskusi tentang teologi sunni berlangsung secara intensif. Ketiga, merupakan kristalisasi teologi sunni disatu pihak menolak rasionalisme dogma, di lain pihak menerima metode rasional dalam memahami agama.
Beberapa frinsip dasar yang harus dipegang teguh apabila aswaja sebagai manhaj al-fikr yaitu prinsip tawassut (moderat), tawazun (netral), ta’adul (keseimbangan), dan tasammuh (toleran). Moderat tercermin dalam bidang hukum, sikap netral (tawazun) berkaitan dengan sikap politik, keseimbangan (ta’adul) dan toleran (tasammuh) terefleksikan dalam kehidupan social, cara bergaul dalam kondisi social budaya masyarakat.
• Internalisasi aswaja melalui sekolah aswaja
Kalau kita pahami aswaja sebagai manhaj al-fikr (Cara Pandang/Ediologi) tentang islam. Maka sangat perlu untuk memberikan pemahaman mendasar tentang aswaja bukan pada sejarah maupun teori. Namun yang mendasar untuk difahami adalah substansi/isi aswaja itu sendiri seperti apa.
Maka melalui Focus Group Discussion (FGD) ini saya mengajakan rekan-rekan mahasiswa untuk berdiskusi bagaimana aswaja dipelajari dan didiskusikan melalui bentuk SEKOLAH ASWAJA.
Hal ini dianggap perlu mengingat betapa pentingnya pengetahuan ASWAJA serta pemahamannya baik secara etimologi dan juga terminologi sehingga ASWAJA tidak hanya menjadi sebuah simbol namun mampu terinternalisasi dalam akidah, syari’at dan akhlak.
Beberapa materi yang bisa menjadi referensi dalam SEKOLAH ASWAJA antara lain ;

MATERI ASWAJA

Ahlussunnah wal Jama’ah
1. Pembentukan faham ASWAJA
2. Metode Pemikiran Aswaja
3. Aqidah, Sosial kemasyarakatan
4. Fiqih Firqah-Firqah dan pembahasannya
1. Firqah yang Berpengaruh dalam Islam
2. Syi’ah
3. Khawarij
4. Mu’tazilah
Aswaja diantara beberapa Firqah
1. Masalah Kafir dan Mu’min
2. Masalah Baik dan Buruk
3. Masalah Ikhtiar Manusia
4. Masalah Kekuasaan Allah
5. Masalah Sifat Allah Ijtihad Dan Taqlid
1. Pengertian Ijtihad
2. Dasar Hukum Ijtihad
3. Batas dan Ruang Lingkup Ijtihad
Syarat dan tingkatan Mujtahid
1. Syarat yang Harus dipenuhi Mujtahid
2. Tingkatan Para Mujtahid
3. Taqlid Ittiba’, Talfiq, dan Tarjih
4. Perbedaan Ulama Ushul dan Fiqih MADZHAB
1. Pengertian Madzab
2. Mengenal Para Imam Madzab
3. Sistem Bermadzab
4. Memelihara kemurnian Ajaran Islam
Pengambilan keputusan Hukum di lingkungan Nahdlatul Ulama
1. Tradisi Bahtsul Masail
2. Sistem Pengambilan Keputusan
3. Hukum Agama Menurut NU
4. Tata cara Pengambilan Hukum Islam
dalam bermadzab

%d blogger menyukai ini: